AYOCUS.COM

Sabtu, 06 April 2013

Ekpedisi Merapi

Ekpedisi kali ini di gunung yang masih aktif di jawa, Gunung merapi. 30 maret 2013 saya beserta tim ekpedisi rasudapala kang nono, nugroho dan opung priyo berangkat pukul 15.10 dari kantor di mana tempat kami kerja. Dengan kendala hujan kami mengarungi jalan menuju bescame merapi di Selo, sampe tujuan sekitar pukul 19.10 dan masih di guyur hujan. Kita sempet kaget juga sesampainya di bascame ratusan orang sudah siap untuk mendaki gunung merapi, sampai kami tidak bisa packing karena full room pendaki. Akhirnya kita putuskan untuk ke bascame satunya di New Selo. di new selo kita putuskan untuk packing dan sholat magrib dan isya` karena di perjalanan kami belum sempat menunaikan ibadah kami.
Pukul 20.15 kami star mendaki. Hujan ternyata mereda seakan akan welcome kepada kami untuk terus menerjang dinginya malam.
Malam yang dingin beserta terjalnya medan kami selusuri dengan penuh hikmat kejadian lucu setiap kami ndaki adalah tradisi pup opung priyo. Tidak hanya sekali dua kali he..he. Mungkin karena kelelahan dan beban yang berat menjadikan perut berontak tak kompromi. Pos 1 di mana taman konserfasi telah kami lalui. jarak antra new selo ke pos satu lumayan jauh dan medan tidak terlalu berat. Keluar dari pos 1 menuju pos dua medan terus menerus terjal dan membuat nafas kami kualahan. Dua tiga meter kami berhenti untuk istirahat dan seterusnya sampe di pos dua sekitar pukul 02.10 kami membangun tenda sebelum pasar bubrah karena kami sudah kelelahan. Pasar bubrah adalah tempat hamparan luas yang terjadi karena luapan larva merapi disini banyak pendaki mendirikan tenda.
Pukul 05.00 kami beranjak sholat shubuh dan semangat untuk melanjutkan pendakian.
Sampai di tugu kenangan di mana dulunya ada pendaki meninggal matahari menampakkan mukanya lirih malu - malu seakan akan menggoda kami untuk menikmatinya sejenak, kamipun suka cita melihat keindahan yang sedang di tunjukan oleh Tuhan tidak ketinggalan kenarsisan kamipun menggelora. Foto - foto dab triak haaaaaah...!!! Akhirnya bisa lihat matahari terbit juga.
Perjuangan kami belum usai sampai disini masih banyak yang menajbkan di atas sana. Gundukan pasir raksasa yang menjulang tinggi.
Kami melnjutkan pendakian di mana medan kali ini sangat luar biasa dahsyat susahnya, karena medan pasir bercampur koral yang membuat kaki saya tidak bisa menapak. Kami hampir memutuskan menyudahi ekpedisi kami karena beratnya medan, tapi karena sudah sampai titik ini, kamipun nekat melanjutkan pendakian. Sepatu saya lepas karena saking tidak bisanya menapak menggunakan sepatu dan kami melanjutkan perjuangan dengan merayap.
08.00 kami sampai di puncak merapi dimana lelah bercampur bangga bercampur takjub melihat keindahan di puncak gunung merapi, kami menikmati alam indah di puncak merapi dengan mengabadikan setiap monen. Karena kabut naik sehingga pandangan kitapun kabur. Kami turun dan menuju tenda yang kami bangun tadi malam. Sampai di tenda kami masak dan makan bersama di kelilingi pohon dan pemandangan yang sangat berharga. Di restoran mewah manapun tidak bisa menandingi enaknya momen makan kali ini. Pukul 10.00 kami putuskan untuk membongkar tenda dan turun dari indahnya alam ciptaan Tuhan.

Reaksi:

1 komentar: