AYOCUS.COM

Selasa, 21 Mei 2013

PEMERINTAH TUTUP MATA AKAN PENDERITA KUSTA

KUSTA atau lepra (leprosy) atau disebut juga Morbus Hansen, adalah sebuah penyakit infeksi menular kronis yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium leprae. Bakteri ini mengalami proses pembelahan cukup lama antara 2 – 3 minggu. Daya tahan hidup kuman kusta mencapai 9 hari di luar tubuh manusia.


Selama ini yang diyakini sebagai sumber utama penularan penyakit Kusta adalah manusia. Bakteri kusta banyak bersarang pada kulit dan mukosa hidung manusia. Kuman kusta memiliki masa inkubasi 2 – 5 tahun bahkan juga dapat memakan waktu lebih dari 5 tahun. Belum diketahui secara pasti bagaimana cara penularan kuman kusta. Namun secara teoritis dikrtahui bahwa seseorang terinfeksi kuman kusta karena pernah melakukan kontak langsung dalam jangka yang sangat lama dengan orang terkena kusta yang belum minum obat. Adapun caar masuk kuman kusta kepada orang lain diperkirakan melalui saluran pernafasan bagian atas.
Indonesia dikenal sebagai satu dari tiga negara yang paling banyak memiliki penderita kusta. Dua negara lainnya adalah India dan Brazil. Bukti nyata bahwa sering kita lihat di jalan raya, di traffic ligth sering kita jumpai orang - orang penderita kusta yang meminta - minta, di sanapun banyak anak jalanan yang se profersi dengan orang yang sudah terkena kusta, penyakit ini termasuk penyakit menular yang berbahaya bagi penderita, Jika pemerintah membiarkan ini membudaya kemungkinan besar penderita kusta akan meningkat, anak - anak jalanan pun bisa tertular penyakit ini.
Dimanakah peran pemerintah menangani kasus kusta jalanan yang sering kita jumpai tersebut,..? pemerintah seharusnya sadar bahwa orang jalanan yang terkena kusta seharusnya di lindungi Sesuai pasal 34 yang berbunyi " Fakir miskin dan anak - anak terlantar dipelihara oleh negara" apa lagi ini orang terlantar yang terkena kusta. 

Mungkin Negara kita lupa akan undang - undang yang di buatnya, atau mungkin perlu di refisi karena tidak di sebutkan Negara mana yang harus melindungi, jadi pemerintah seakan - akan tidak tau atau bahkan mungkin tidak mau tau, seharusnya Pasal 34 berbunyi " Fakir miskin dan anak - anak terlantar di Indonesia pelihara oleh negara Indonesia.


Reaksi:

1 komentar:

  1. setau saya dinas sosial selalu berusaha untuk membantu segala kebutuhan termasuk perlindungan jaminan tempat tinggal, makan dan kesehatan. sekalipun pada akhirnya bakalan di salurkan ketempat2 yang biasa menampung mereka seperti panti sosial. dalam hal ini dari kaca mata saya pribadi tidak begitu mempermasalahkan tindakan pemerintah karena mereka sendiri kebanyakan lebih nyaman dengan apa yg sudah mereka lakukan sebelumnya (kembali ke jalanan)

    BalasHapus