TRAVELLER AYO BANTU KURANGI SAMPAH !

Hai, apakabar ? sudah New Normal, meskipun grafik covid terus naik, kita harus bangkit dari keterpurukan, setujukan ? pemerintah telah mengumumkan dan membuka beberapa tempat wisata,  tentunya kalian pasti seneng, dan gak sabar nyelesein bookinglist tempat- tempat keren yang ingin kalian kunjungi.

Destinasi apa yang kalian ingin kunjungi setelah pandemi ini guys ? Ingin menyelam di laut, mendaki gunung, shoping di singapore, kulineran asik di thailand, atau mau liat kuil bling - bling di myanmar. tapi ingat ya, kalian harus tetap patuhi protokol kesehatan, bawa masker, selalu cuci tangan dan tetap harus psical distancing.

Ngomongin covid mulu bosen kali ya kita, nah aku pengen ngajak kalian sedikit aware tentang lingkungan kita, sebagai traveller ramah lingkungan, he.he sebutan aku aja sih ini, kalian wajib menjaga bumi, dan lingkungan kita, jangan buang sampah sembarangan. 

tau gak sih ? produksi sampah bisa mencapai 4 miliar ton pada tahun 2100 nanti, bisa bayangkan bumi dan lautan penuh dengan sampah, semua mahluk hidup terancam, termasuk kita manusia. sebagai seorang traveller yang sering eksplore tempat - tempat baru, kalian harus concent terhadap sampah, karena akan sangat membantu destinasi wisata yang kita kunjungi tetap bersih, asri dan tentunya nyaman di kunjungi.


Setiap tanggal 3 juli diperingati sebagai internasional plastic bag free day atau hari tanpa kantong plastik sedunia. seperti kita ketahui, sekitar satu juta kantong plastik digunakan diseluruh dunia setiap menit, sedangkan proses terurainya sampah plastik memerlukan waktu hingga ratusan tahun.


kebetulan saya tinggal di Kota Semarang, di kota ini minimarket sudah tidak menyediakan kantong plastik, tentunya kita dukung dong, dengan membawa kantong belanja yang bisa dipakai beberapa kali. selain membawa kantong blanja sendiri kiat apa yang bisa kita lakukan untuk mengurangi sampah :

1. Gunakan Tumbler
Menggunakan tempat minum sendiri, dan bisa di isi ulang lagi merupakan salah satu hal yang bisa berdampak besar bagi bumi kita, selain menghemat biaya, kita tidak beli minum dengan kemasan plastik di minimarket yang sekali pakai kemudian plastik di buang.

2. Kurangi Takeaway
Makan di tempat adalah solusi mengurangi sampah, kita tau jika kita takeaway pasti makanan yang kita beli dibungkus dengan plastik, sebisa mungkin hindari hal ini, karena kita akan jadi bagian dari orang-orang yang menggunakan plastik.

3. Toples kaca
Tempatkan sisa makanan di toples kaca, kita harus komitmen, mengurangi sampah plastik

4. Gunakan Gelas kaca atau Kramik
Hindari gelas plastik karena itu sangat berbahaya, apalagi jika digunakan untuk menyeduh air panas, zat - zat kimia yang terkandung di plastik bisa jadi ikut larut di minuman yang akan kita minum


5. Recycle
sampah yang sulit terurai dapat diolah kembali menjadi produk bermanfaat yang baru, misal kemasan cat besar bisa menjadi penampung air, ban kendaraan besar bisa dijadikan ayunan, botol air mineral bisa dijadikan pot tanaman, kemasan plastik makanan ringan bisa dijadikan tas. jadi sampah yang kita dapat bisa bermanfaat kembali.


Kita sebagai traveller harus lakukan hal - hal di atas, supaya bumi tetap terjaga, gak maukan kita diving ditemani dengan sampah plastik yang berenang - renang, ekspektasi lihat ikan nemo, yang ditemui malah plastik. kita harus merubah gaya hidup kita yang terbiasa dengan kantong plastik, kalau bukan diri kita yang mulai, siapa lagi ?

Bersama sembutopia ayo kita lestarikan bumi dengan tidak memakai kantong plastik.

1 komentar

  1. Membawa Tumbler kemana2 pas traveling aku udh mulai biasain sjk 2017. Jd waktu itu sdg ke Jepang , dan ternyata Starbucks di sana banyaaaak banget ngadain promo, tp syaratnya hrs pake Tumbler :p. Jadi aku beli dong tumblernya 1 demi bisa dpt promo hahahhaha. Tp gara2 itu jd kebiasaan aja bawa Tumbler sendiri :).

    Ttg sampah ini aku udh wanti2 ke anakku juga mas, kalo mereka ga nemu tempat sampah, masukin sampah itu ke tas ato kantong baju dulu. Baru nanti di rumah dibuang. Hrs dari dini sih ngajarin orang2 supaya bisa patuh dan terbiasa mengurangi sampah. Apalagi kalo liat di negara2 maju yg sampahnya sudah diolah sedemikian rupa, rasanya sedih dan pengen Indonesia bisa seperti itu.

    BalasHapus